Berikut perbedaan antara mesin Bensin dan mesin Diesel

Ilustrasi oleh Yadi Supriadi

Mesin bensin dan diesel adalah dua mesin pembakaran internal yang paling umum digunakan, meskipun operasi nya tampak serupa mesin-mesin ini memiliki beberapa perbedaan yang menarik dan masing-masing memiliki keunggulan jika dibandingkan.
Kedua mesin ini memiliki empat stroke mendasar yaitu : Intake -> Kompresi -> Tenaga -> Knalpot.

Artikel ini dibuat untuk mengeksplorasi perbedaan dan keunggulan tersebut dari sudut pandang ilmiah, yang meliputi proses pembakaran serta desain struktur nya.

Pembakaran

Adanya perbedaan diantara kedua mesin ini dikarenakan perbedaan cara pembakaran bahan bakar nya. Bensin mudah menguap sehingga bercampur dengan udara secara efisien [titik nyala rendah (-43°C)],  hasilnya percikan api saja sudah cukup untuk menghasilkan pembakaran yang mulus pada mesin berbahan bakar bensin. Disisi lain, diesel tidak bercampur dengan baik dengan udara [titik nyala tinggi (- 52°C)], namun jika diesel yang diatomisasi disemprotkan ke udara bersuhu tinggi maka akan terjadi pembakaran spontan.

Ini berarti pada mesin bensin bahan bakar dan udara nya harus tercampur terlebih dahulu. Sedangkan pada mesin diesel percampuran hanya terjadi selama pembakaran, inilah mengapa pada mesin diesel menggunakan injektor bahan bakar sedangkan mesin bensin menggunakan busi.

Desain Struktur

Anda semua mungkin tahu bahwa mesin bensin tidak terlalu berisik dan tidak terlalu menimbulkan banyak getaran jika dibandingkan dengan mesin diesel, ini karena proses pembakaran pada ruang pracampur terjadi dengan lancar dan merambat dengan baik.

Namun pada mesin diesel pembakaran bisa terjadi dimana saja di ruang pembakaran dan ternyata proses nya tidak terkendali. Oleh karena itu, untuk mengurangi getaran dan kebisingan yang berlebihan mesin diesel memerlukan desain struktur yang lebih kokoh daripada mesin bensin, inilah mengapa mesin bensin lebih cocok untuk kendaraan berbeban ringan. Karena mesin diesel hanya mengompresi udara ia dapat menicapai rasio kompresi dengan baik tanpa resiko penyalaan sendiri, tapi rasio kompresi setinggi itu tak mungkin dilakukan pada mesin bensin pracampur karena semakin tinggi rasio kompresi semakin baik efisiensi siklus nya, inilah alasan mengapa mesin diesel memiliki penghematan bahan bakar yang lebih baik dibandingkan dengan mesin bensin.

“Mengajarkan ilmu kepada orang lain merupakan amalan Mulia disisi Allah”

Imam Ahmad

Source :

https://youtu.be/ph0FSoikImA (Lesics Indonesia)

Baca Juga :

https://bacabacainfo.tech.blog/2021/02/22/apa-itu-kecerdasan-buatan/

Diterbitkan oleh M. Ardiansyah

Masih Sekolah

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai